Citra Indah & Citra Gran : Hunian Ideal

by @ Selasa, Agustus 27, 2013
Citra Indah & Citra Gran merupakan perumahan yang terbilang tidak mahal serta ideal untuk kawasan Cibubur, terlebih dengan segala fasilitas yang tersedia didalamnya. Siapa yang tidak ingin memiliki rumah. Setiap orang dituntut memiliki kemauan untuk memiliki rumah mereka sebagai tempat berlindung di kala hujan dan juga sisanya pada jam waktu kegelapan. Terutama bagi mereka yang telah menikah atau berkeluarga. Kehidupan keluarga tak lengkap rasanya jika masih tergantung kepada orang tua. Bukan kah pernikahan itu sendiri untuk membuat keluarga yang ada baiknya harus memiliki rumah mereka sendiri. Jangka hidup bahkan rumah tangga itu diambil oleh beberapa individu sebagai tempat tinggal, di rumah, dengan keadaan semakin menaik semacam tangga.


Tapi sayangnya, nilai rumah di daerah perkotaan menjadi sangat mahal dalam hubungannya dengan perkembangan cepat bahkan ke pinggiran kota. Hal ini mengakibatkan selama pilihan hipotek yang mungkin tidak bisa ditawar. Sebagian besar pembelian rumah dibuat dengan memanfaatkan hipotek yang saat ini lebar dikeluarkan oleh bank standar.

KPR dari bank konvensional tidak sempurna bagi seorang Muslim, sebagai akibat dari suka atau tidak, bahkan dengan darurat asosiasi, dengan Muslim setengah hati harus puas dengan fakta yang sebenarnya bahwa keterlibatannya dengan pinjaman berbunga. Dengan kenyataan ini, tampaknya umat Islam berkelompok, terutama keluarga muda hanya memiliki 2 pilihan, cita-cita pengorbanan untuk mengukur bersih dan halal karena mengambil pinjaman berbunga, atau gagal untuk memiliki rumah.

Meski masih terbatas, ada benar-benar telah pembiayaan rumah dari bank Islam. Memang, tidak banyak orang memahami dan itu sudah ada bank Islam persegi ukuran tajam menjual produk ini. Namun ke depan, produk ini tidak mungkin menjadi produk unggulan perbankan Islam. Sebagai hasil dari hampir setiap keluarga yang namanya rumah keuangan keinginan, dan sebagian besar keluarga di Republik Indonesia persegi ukuran Muslim Organisasi Kesehatan Dunia akan perlu untuk tetap tidak berubah selama rumah yang sesuai dengan hukum syariah.

Dalam berlaku, tidak harus jelas bahwa ada variasi ukuran persegi dengan hipotek biasa. Garis terendah adalah bahwa pembeli harus membeli rumah di angsuran ke bank. Perbedaannya adalah, pada hipotek tradisional, bank-bank yang benar-benar meminjamkan uang tunai kepada pelanggan dalam semacam itu. Dan dengan pelanggan kas kemudian mendapatkan rumah untuk pengembang. sedangkan sistem Islam, bank membeli rumah dari pengembang dan menjualnya kembali kepada pembeli, pembeli harus membeli rumah dengan cara mencicil. Sama angsuran untuk memiliki rumah, namun akadnya cukup sekali berbeda. menggunakan kontrak pinjaman real estate standar berbunga atau riba. sedangkan bank Islam menggunakan penjualan sah dan mendapatkan persetujuan.

Sebuah contoh sederhana seperti ini: Developer X untuk membuat perumahan dan menjualnya dengan senilai Rp seratus juta untuk jenis 36/80. sebagai akibat dari tidak memiliki uang Rp seratus juta, pelanggan akan berlaku untuk rumah keuangan Islam Bank Y sehingga dapat berbelanja dengan angsuran semata-mata. Jika Muslim Bank Y setuju, bank dapat memperoleh rumah dari pengembang untuk USD seratus juta. Bank kemudian menjualnya kepada pelanggan dengan senilai Rp 120.000.000. Dan pelanggan akan membayar rumah adalah harga Rp 120.000.000 diantara sepuluh tahun (120 bulan) untuk membayar Rp satu juta per bulan. agak seperti pembelian rumah biasanya, tentu saja, akan ada bahkan menjadi harga lebih lanjut seperti biaya fungsionaris, pajak, BPHTB, penilaian / Appraisal, provisioning, administrasi kemudian bertaruh pada kebijakan bank dan juga pengembang. Dan untuk menegaskan komitmen pelanggan, bank juga dapat meningkatkan pembeli untuk membayar deposit atau (DP) dalam pembayaran awal.

Kontrak benar-benar berbeda, tentu saja, konsekuensi sama sekali berbeda antara hipotek tradisional dan keuangan perumahan dari bank Islam. Pada hipotek tradisional, transaksi bisa menjadi uang tunai pembuangan bank kepada pelanggan, dan pelanggan harus datang dalam angsuran dan pokok dan bunga selama jumlah yang tepat. Jika suku bunga jauh, maka angsuran yang harus dibayar dapat meningkat sesuai dengan kenaikan kecepatan. pelanggan harus membayar lebih dari set pertama atas.

Sedangkan jika akadnya perdagangan seperti di bank-bank Islam, nilai harus dipasang di awal dan mungkin tidak berubah-rubah dalam tengah jalan. Jika bank menjual rumah kepada pembeli pada senilai Rp 120.000.000, maka pembeli hanya perlu membayar Rp 120.000.000 sementara tidak terkait dengan kenaikan kecepatan.

Sesuai dengan semangat berbelanja dan perdagangan di memahami prinsip-prinsip Islam karena mereka menyenangkan, harga rumah dari bank kepada pembeli dan juga jumlah kompensasi yang benar-benar akan dilakukan sampai kesepakatan negosiasi tercapai. namun setelah semua bank Islam bahkan memiliki kebijakan evaluasi dan jumlah sendiri.

Selain yang 5 bank, produk keuangan rumah Muslim bahkan dapat diakses di BNI Syariah, BII Syariah, Bank Bukopin Syariah dan Bank Syariah Republik Indonesia. sehingga total ukuran persegi ada sembilan bank Islam saat ini memiliki dalam produk pembiayaan rumah Muslim.

Dan kabar baik tambahan datang dari BTN tersebut sudah terkenal untuk ini karena sebagian besar bank pemerintah menggelontorkan dana untuk hipotik. Jika tak ada aral dalam metode, sekarang tidak BTN dapat meluncurkan cabang hukum syariah. Dan kabarnya tambahan, hukum syariah hipotek menjadi produk andalan mereka. Jika rencana ini terjadi, maka tidak mungkin akan ada banyak dana yang dikucurkan untuk membantu individu memiliki surga dalam dunia sementara tidak harus berinteraksi dengan riba.

-- Tidak ada komentar --

Poskan Komentar

Search Form